Beranda > Buah Pikir, Energi, Lingkungan Hidup > Wow, Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTB) mulai tumbuh di Indonesia…

Wow, Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTB) mulai tumbuh di Indonesia…

Biomassa yang selama ini dianggap sebagai sampah ternyata sudah mulai komersial digunakan sebagai bahan baku pembangkit listrik. Barangkali kita sudah banyak mendengar beberapa pilot plant pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTB) yang sudah dikembangkan oleh Pemerintah, Universitas ataupun Pihak swasta (silakan lihat artikel ini). Teknologi yang digunakan pada pilot plant tersebut adalah gasifikasi biomassa fixed bed downdraft dengan kapasitas 2 ton/hari biomassa dan dapat menghasilkan listrik 100-120 kW.

Kabar gembira untuk para ahli dan pengamat energi terbarukan, khususnya biomassa dan biofuel, bahwa sekarang ini telah diresmikan dan beroperasi PLTB berskala besar. Berdasarkan data dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam Bahan rapat kerja pemerintah 2012 MP3EI, PLTB yang telah diresmikan pada tahun 2011 yang lalu adalah sebanyak 2, yaitu:

1. Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa Sawit (PLTBS) (Sumatera)
2. Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa Sawit (PLTBS) Kapasitas 2 x 3.5 MW (Sumatera)

Selain itu berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian ESDM Pada bulan Juli 2012 ini, pihak swasta juga turut mengembangkan PLTB berkapasitas 2 x 15 MW di Kawasan Industri Medan 3, Sumatera Utara. Pemilik PLTB Sawit ini adalah PT Growth Asia. Proyek dibiayai oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan investasi sekitar Rp 220 miliar. Direncanakan akan dibangun enam PLT biomassa sejenis antara lain di Jambi, Pontianak, Banjarmasin dan Palembang. Listrik dari sumber energi terbarukan ini cukup menjanjikan mengingat sampah biomassa selalu tersedia apalagi Indonesia sebagai negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia.

Sebagai informasi, bahan bakar yang digunakan pada PLTB ini berasal dari energi terbarukan yaitu cangkang sawit, tebu, sekam padi, tongkol jagung, ampas-ampas tepung tapioka hingga serbuk kayu (waste power energy) karet. Untuk sampah biomassa itu dengan kapasitas 2×15 MW membutuhkan minimal 600 ton per hari. Harga material tersebut berkisar Rp 200 sampai Rp 600 per kilogram.

Berdasarkan data dari Kementerian ESDM, Total listrik yang dijual ke PLN dari PLTB ini sekitar 66,7% dari total kapasitas pembangkit tersebut 30 megawatt. PLN membeli listrik tersebut dengan harga Rp 975 per kilowatthour. Dengan harga rata-rata solar industri Rp 10 ribu per liter, PLN dapat menghemat biaya produksi listrik Rp 621 milyar per tahun.

Seperti yang diketahui, kendala utama pengoperasian PLTB adalah ketersedian biomassa. Bahan baku PLTB yang paling efektif adalah cangkang sawit, karena bahan ini memiliki nilai kalori paling tinggi, kadar air dan abu rendah paling rendah dibandingkan dengan bahan biomassa sawit lainnya seperti serabut, tandan kosong dan pelepah sawit. Namun permasalahannya adalah cangkang sawit sudah banyak terpakai oleh Pabrik-pabrik Kelapa Sawit (PKS) untuk kebutuhan pembangkit steam dan listrik pabrik tersebut. Oleh karena itu, para pemilik dan operator PLTB perlu melakukan riset dan pengembangan penggunaan bahan biomassa lainnya untuk menjaga keberlangsungan PLTB di masa mendatang. Bahan-bahan biomassa lainnya seperti tandan kosong sawit, pelepah sawit, sekam padi, dan janggel jagung dapat menjadi alternatif yang baik.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: