Arsip

Archive for the ‘Kisah Pribadi’ Category

Artikel BUMN : Perum Perhutani Strategi Menjadi Pemain Dunia (PDGT-Pemalang)

PDGT-Pemalang

PDGT-Pemalang

Salah satu buah karya anak bangsa di bidang industri kimia, Pabrik Derivat Gondorukem dan Terpentin. Alhamdulillah bisa menjadi bagian dari tim yang merencanakan dan membangunnya. Semoga menjadi salah satu pemicu untuk hilirisasi industri di negeri Indonesia ini.

Baca selanjutnya…

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Award 2010 (Selamat untuk PT Pasadena Engineering Indonesia)

Desember 23, 2010 2 komentar

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) kembali menganugerahkan “PII Award” kepada  beberapa individu dan Institusi. Tahun ini PII Award dianugerahkan kepada 7 Institusi dan 13 perorangan yang dinilai berprestasi di bidang teknologi dan kerekayasaan di Indonesia.  Hal ini merupakan penghargaan tertinggi dari Persatuan Insinyur Indonesia yang diberikan sejak tahun 1990 kepada putra-putri bangsa yng berprestasi.

Acara penganugerahan yang dihadiri para insan pegiat ilmu mewakili seluruh nusantara,  di gelar di Auditorium Gedung BPPT, Jakarta, Rabu 22 Desember 2010 dengan  puncak acara yang ditengarai dengan Pidato PII bertajuk “Membangun Kembali kemampuan Engineering Nasional” oleh  Mantan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie.

Penghargaan PII Award 2010 diberikan kepada individu dan industri berprestasi dalam bidang teknologi dan rekayasa. Penghargaan diberikan dalam lima kategori (Life Time Achievement, Engineering, Sustainable Engineering, Coorporate Technology Achievement dan Adhiwarta Rekayasa). Untuk kategori Lifetime achievement diberikan kepada Wiratman  Wangsadinata dan GM Tampubolon.

Untuk kategori Engineering (Adhidharma Profesi) diraih oleh  Sriani Sujiprihati, Bambang Wydiyatmoko, L.T.Handoko, kemudian untuk kategori Engineering (Adhicipta Rekayasa Individu) diberikan pada  Ratno Nuryadi, Dasep Ahmadi, Andreas W Yunardi, Johanes Adi P, Samudra Prasetio; selanjutnya kategori  Engineering (Adhicipta Rekayasa Perusahaan) kepada Pusat Teknologi Industri Proses BPPT, PT.Krakatau Steel, PT.Industri Kereta Api; kategori Engineering Adhikara Rekayasa Individu, diberikan kepada Wiratman Wangsadinata, Terip Karo Karo; untuk  kategori  Engineering Adhikara Rekayasa Perusahaan diraih oleh  PT.Wijaya Karya dan kategori   Engineering Adhicipta Pratama oleh Ahmad Agus Setiawan, Johnny Setiawan. Baca selanjutnya…

Travelling in Bontang (2)

Ada beberapa objek jalan-jalan yang udah direncanakan untuk dikunjungi. pernah tanya masyarakat sini, “pak kalo bontang objek wisatanya apa aja?” si bapak ini mikir agak lama dan dengan roman muka yang datar dia balik menjawab,”hmm..kalo objek wisata disini mungkin kayak tanjung laut (ada patung merlion ala singapore), beras basah, dan bontang kuala”. “Ya tapi mas, jangan kaget kalo tidak sesuai harapan, karena objek2 itu dianggap biasa, dan orang2 sini kalo wisata ya ke samarinda (20 km dari bontang)”. Hoho, agak kaget juga denger penjelasan si bapak yang kurang yakin dengan potensi wisata daerahnya sendiri.

Bontang kuala
Malam minggu ketiga saya bersama temen2 KP badak dimanfaatkan (bagi saya) atau dihabiskan dengan jalan-jalan refreshing. Entah kenapa kalo di kota orang bawaannya pengen jalan2 terutama pas weekend. tapi kalo di kota sendiri (bandung dan bogor) jalan2 pas ada keperluan aja, (ngajar k ujung bandung, ngurus2 bisnis, dan sajabana).

Dengan 2 mobil punya temen, sebut saja dito dan panda, kami meluncur ke bontang kuala ba’da isya. Ada sedikit pengalaman lucu pas nyampe di sana. kebetulan parkiran mobil penuh dan kami harus parkir di pinggir jalan. karena mobil si panda udah kepalang masuk, otomatis kami harus muter balik. nah biar aman, saya inisiatif turun mobil buat markirin tu mobil. dasar emang punya pengalaman ngatur lalu lintas pas latihan menwa, saya cukup mahir untuk yang satu ini. setelah beres markirin mobil panda, saya masih stand by di tempat parkiran. tiba-tiba ada mobil yang mau keluar dari tu tempat parkir. karena ngga ada tukang parkirnya, saya ambil inisiatif lagi markirin itu mobil. dengan gaya yang meyakinkan saya berikan aba-aba parkir seperti biasa. dan apa yang terjadi?setelah mobil dapet jalan, sang supir menyodorkan sejumlah uang ke saya. kaget juga, dalam hati: wah dikira tukang parkir beneran (hehe..), dengan ramah dan tangan berisyarat menolak saya bilang makasih pak… Temen2 ngakak bukan main pas saya ceritain.

perjalanan dari tempat parkir ke kafe kapal rekomendasi mega, cukup membuat kaki kami pegel2. nyari tempatnya aja sampe kesasar. jalanan beralas kayu ulin yang katanya makin kuat kalo kena air pun menjadi saksi putusnya sendal anggit (hehe). nah pelajarannya kalo mau ke bontang kuala lagi jangan naik mobil, harus bawa motor biar kaki ngga gempor. dan ini semua terbayar pas nyampe di kafe kapal. jembatan apung jadi mainan pertama kami. jembatan ini sengaja dibuat untuk menghubungkan tempat parkir motor dan kafe kapal itu sendiri. kafe kapal bukan kapal yang dijadiin kafe. tempatnya memang berbentuk kapal tapi bagian bawahnya sama seperti rumah-rumah di daerah ini yang dipatok dengan kayu ulin. oiya baru tau dari pras kalo jembatan yang kami lewatin istilah kerennya ponton. hehe, tugas khususnya cak suroboyo yang tergabung dalam “jancokers”…


masuk kafe kapal disambut dengan tontonan film, layaknya bioskop di pantai (emang ada??). film lama diputer lagi, lumayanlah buat kota yang ndak ada bioskopnya. kami pilih tempat di lantai dua kafe, khusus buat lesehan. ngga jauh dari tempat kami duduk ada tempat karaoke vip yang dalemnya cuman ada sofa sama TV 21 inch (ngga ada kasur seperti dugaan dito). karena udah pada makan malam di mess hall, anak-anak cuman pesen minum dan makanan ringan. menunya unik juga, saya pesen es dara…(lupa), trus ada beberapa minuman yang namanya aneh2…ono2 wae..

Beras Basah
Objek utama di bontang ini malah jadi prioritas kesekian. kalo ndak salam kami baru bisa kesini minggu ketiga. kenapa jadi objek utama?soalnya kalo tanya temen2 yg KP tahun sebelumnya, tempat jalan2 d bontang dimana?mereka bilang “ke beras basah aja git..”. Jadi penasaran kayak apa itu beras basah.


Kami berangkat bareng agak siang, jam 11-an. startnya dari boat house PT Badak. ternyata kami harus naik speed boat dari pantai. cukup 1 boat karena kebetulan yang KP masih sedikit, dan dengan meninggalkan mega yang lagi main voli sama karyawan namnam (hehe..). Pesen si adnan pun diabaikan. kata adnan, “biasanya kalo aq dulu bawa makanan ksana, jadi makan bareng disana”. haha, nekad pula, karena ndak tau medan sana booking speed boat dijemput jam 1.
Wow, view nya mantap, ditambah sensasi naik speed boat dengan kecepatan lebih dari 40 km/jam menjadikan perjalanan ini sangat menyenangkan. kalo naik boat biasanya okti yang paling progresif. berdiri di ujung depan boat, mantaps. dari pantai marina (tempat boat house) pulau beras basah ndak keliatan. perjalanan ke beras basah kami isi dengan foto2..hehe..


Kesan pertama nyampe pulau ini, panas, tak terawat, meskipun cukup indah. Dari kejauhan pulau berpasir putih ini memunculkan diri dengan mercu suarnya yang memprihatinkan. Si panda bilang, dulu ni pulau ngga sekecil sekarang. nah, karena abrasi pantai yang tidak diantisipasi dengan baik, lama-lama pantainya habis. dan mungkin kalo ngga dijaga sejarah pulau wisata bontang ini akan tamat, kasihan..
perjalanan diteruskan ke bagian pantai berpasir putih. Panas sekali disini, apalagi pas matahari tepat di atas kepala, wuidih panasnya bikin kulit2 terbakar memerah. Kulit putih kayak panda jadi merah (bukan merah merona :D). Tapi kalo kulit kayak saya yang sawo coklat jadi makin gelap (hehe..). Pelajarannya, pakailah sunblock sebagai bagian safety, mencegah “skin cancer”.

Foto2 di hampir seluruh bagian pulau untuk mengabadikan kenangan ndak perlu lama2. bisa jadi ini bakal masuk sejarah, pertama kalinya mengelilingi satu pulau kurang dari setengah jam.. habis itu duduk2 bareng di pantai berpasir putih melihat orang2 bermain2 dgn air. diri ini tak tahan liat org2 berenang. jadi pengen nyoba merasakan air laut beras basah. dan akhirnya nyebur juga dgn baju seadanya dan tanpa baju ganti..haha..nekat. ternyata pantainya dangkal hampir sejauh 100 meter dari bibir pantai. ini kmungkinan besar akibat abrasi, daerah pantai jadi terendam air laut. organisme pantai beberapa terlihat, seperti bintang laut, alga, dan kawan2.
Udah puas berenang, mengeringkan badan, ternyata jam masih menunjukkan jam 12.30. sementara speed boat datang jam 1-an. Waduh, harus dulu nunggu kita. Seperti terdampar di pulau yang terpencil. tak ada makanan dan hiburan, kasihan kali kami.. Ternyata menunggunya pun plus setengah jam, kapalnya telat. Hal yang membuat kami berpikir dua kali kalo mau ksini lagi…

Kategori:Kisah Pribadi

Travelling in Bontang (1)

Alhamdulillah udah sampe di bontang…kata-kata ini terucap saat pesawat pelita air mendarat di bandara Badak, minggu 14 juni 2009. Bingung, harus kemana ini..tapi lagi2 Allah SWT membuktikan kebesarannya. Alhamdulillah karena saya dan partner (benk2) bareng karyawan PT Badak yang baru. Dan dia dijemput sama petugas dari perusahaan, jadinya kita dianter juga deh…

Emang bener suhunya panas, waktu pagi kira2 nyampe 28 derajat, siangnya apalagi, panasnya luar biasa. Tapi itu semua ngga jadi masalah, karena apartemen, kantor, dan semua gedungnya full AC. ruangan ngga pernah panas karena AC non stop. bayangin kalo di jawa, AC pasti dibatasin dengan dalih hemat energi, kalo disini malah dimarahin kalo AC dimatiin. kata petugasnya sih bakal merusak ACnya..hoho.. Wajar emang karena disini energi berlimpah, Badak punya pembangkit listrik sendiri yang bahan bakunya steam dan gas. Bahkan kalo mau pabrik ini bisa memenuhi kebutuhan listrik kota bontang, yang lampu jalannya ngga nyala. Tapi kasian PLN nanti, ngga dapet pemasukan karena listriknya ngga laku..hehe..

saya tinggal di apartemen nam nam, tempat yang biasa ditempati mahasiswa yang KP.

Pokoknya di tempat ini setara dengan hotel bintang 2, ada TV kabel, ruangan ber AC, laundry, makan, komplit. Jadi kalo seharian di kamar ngga bakal bosen, paling autis aja..^_^..

Kalo mau kemana2 tinggal telepon shuttle, mobil untuk antar jemput tamu dan karyawan. mobil ini dengan setia akan mengantar orangnya yang pesan. khusus untuk mahasiswa yang KP disini ada jemputam khusus. nah sebelum berangkat ke kantor kita abadikan dulu..

Situasi disini sangat disiplin. terutama dengan yang namanya safety. bagi orang yang ngga terbiasa mungkin akan kesal pas awal2 di badak. karena banyak prosedur yang harus dilakukan. salah satunya pembuatan tanda pengenal. bikin tanda pengenal lebih lamanya setara sama bikin SIM. tujuannya bagus buat mendata dan mengidentifikasi siapa aja yang boleh berlalu lalang di kompleks pabrik. jadi bisa dikatakan komplek ini aman, kita ngga bakal takut kecolongan karena securitynya terjamin. Jadi inget, disini itu naik motor harus peke helm standar walaupun di dalam komplek yang notabene ngga ada polisi. terus harus terus pake safety belt kalo naik mobil baik supir maupun penumpang, pokoknya strict bangetlah. Kepedulian terhadap safety dan peraturan sudah menjadi budaya dan masuk ke alam bawah sadar..^_^

Bontang kota kecil di utara balikpapan dan samarinda. dulunya kota ini masuk ke dalam kabupaten lain, tapi kemudian dilakukan pemekaran dan jadilah kota ini sebagai kota baru di kalimantan timur. jarak dari pantai ke perbatasan barat kurang dari 15 km sementara jarak perbatasan utara ke selatan kurang dari 10 km, jadi terbilang kecil. Sebagian besar penduduknya adalah pendatang yang berasal dari jawa tengah dan timur (mayoritas), bugis, makassar. sehingga wajar jika bahasa sehari-harinya campuran antara bahasa kedua suku tersebut. khusus untuk PT Badak, bahasa kedua setelah bahasa nasional adalah bahasa jawa, hehe…
Karena termasuk kota yang kecil dengan penduduk yang tidak sepadat di pulau jawa, kehidupan kota ini terbilang sepi. pusat-pusat perbelanjaan dan hiburan tidak sesemarak kota2 besar. kalo temen saya komentar tentang plaza di kota ini, mirip dengan swalayan atau paling banter “Giant plus KFC”. Sementara bioskop disini ngga ada juga, harus ke samarinda kalo mau nonton film. Pernah suatu malam saya sama temen belanja ke plaza. saat perjalanan pulang, saya mengamati jalanan dan saya memperoleh sesuatu. banyak gedung2 di pinggir jalan yang gelap karena lampunya ngga nyala sama sekali. Terus kendaraan pun sedikit yang berlalu lalang, ditambah lagi lampu jalan banyak yang ngga nyala, kebayang kan sepinya? mungkin Pemkot setempat bisa bekerjasama dengan PT Badak jika mereka kekurangan listrik ^_^..

Sabtu ini saya jalan2 sendirian.. yang lain ngga pada mau ikut. Nah kesempatan week end pertama ini sy manfaatkan buat jalan2. memang sih harusnya pinjem motor buat jalan2 di komplek karena kemana2 jauh jaraknya. agak gempor kalo jalan kaki. Tapi itung2 olahraga, saya coba jelajahi daerah ini. Kita coba nyari tau kolam renang, fitness center dan tempat bowling. kata temen2 disini ada dan gratis.


menyusuri jalanan komplek yang asri memang seger walau sedikit gerah, asyik juga. Di jalan nemu salah satu pompa air sumur, sumur 6 kalo ndak salah.

Capeknya hilang saat menemukan tempat tujuan. hore..ternyata bener ada kolam, bowling dan fitness. Memang asyiknya jalan2 itu kalo udah nyampe, sama halnya kalo kita naik gunung, rasa puas akan didapatkan ketika sampai di puncak gunung yang didaki. Begitupula dengan kehidupan yang pada dasarnya merupakan suatu perjalanan. Kepuasan hakiki dalam kehidupan kita akan diraih ketika kita sampai di syurga Nya kelak…amiin.

Pulangnya saya cari jalan yang berbeda. Insting menwanya keluar, ceritanya mau melatih ilmu medan peta dan kompas, hehe.. Masih jam 10.30 an tapi mataharinya subhanallah teriknya kayak jam 12. Cari2..eh bisa lewat jalan taman. disini ada taman, tapi bukan taman biasa karena banyak pohon2 besar. ada saungnya juga. terus jalan, eh ternyata jalan buntu. mau naik ke bukit, dipager. ya udah muter lagi, cari jalan alternatif tadi pagi. nah trus saya foto2 hutan alam yang ada di pabrik ini. Hutan alam ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan setelah dulunya pohon2 disini ditebang pada saat pembangunan kilang/pabrik. Salah satu penyumbang adalah pemilik perusahaan badak yaitu Huffington, pendiri perusahaan gas yang juga menjadi producer gas untuk badak. namanya tertera pada pohon yang ia tanam. selain itu ada kebun pelestarian tanaman anggrek dan tanaman langka lainnya. Ini foto2nya..


Nah perjalanan dilanjutkan ke tengah2 hutan alam. hutan ini sepertinya bukan hutan alami melainkan hutan buatan. pohonnya berbaris rapi dari barat ke timur. tapi memang ada sedikit bagian yang sepertinya masih alami. artinya hutan ini dari dulunya seperti itu, tidak dibuat-buat. menariknya di kawasan hutan yang letaknya di pinggir jalan utama PT badak, ada fasilitas untuk panjat tebing.

dan di dekatnya ada sejenis saung yang khas kalimantan, yaitu menyerupai rumah panggung. saya sejenak beristirahat di tempat ini…^_^

Kategori:Kisah Pribadi

BG 2005: Situ Patenggang dan sekitarnya menjadi saksi

Foto-foto pas jalan2 bareng terakhir sebelum pada lulus anak2 BG2005.

dengan background kayak wallpaper di komputer…(situ patenggang)

full team..tapi ada beberapa yg absen: fhury, didi, ari, kevin, dan sukma

deklarator situ patenggang ^_^.. Insya Allah kita terus pegang janji kita…

sebenarnya ada view yg lain: pemandian air panas cimanggu (kita berenang di kolam yang lebih panas dari ciater), Main bola bareng di cimanggu juga (berkesan banget, karena bolanya nyemplung ke kolam), situ patenggang sendiri. Insya Allah jalan2 ini bakal dikenang terus..iya ngga fren???

Kategori:Kisah Pribadi

Tafakur yuk..(II)


Ada satu pengalaman lagi yang melekat di benak saya, yaitu jalan-jalan ke bukit kapur ciampea. Jadi inget perkataan temen satu tim nasyid di SMA, Arief, kebetulan dia orang gunung putri, dan katanya jangan bilang orang gunung putri kalo belum naik bukit yang disebut gunung putri. saya jadi terinspirasi buat menerapkan hal yang sama untuk bukit deket rumah. bukit kapur yang menjadi icon daerah ciampea.

saya perlu memberi deskripsi singkat tentang bukit ini. bukit ini termasuk golongan peninggalan sejarah masa lalu. saya bukan ahli geologi, tapi yang saya perkirakan bukit ini berasal dari pulau karang zaman purba. dari pelajaran geografi yang saya peroleh, ada suatu masa dimana laut zaman dahulu kala lebih tinggi dibanding saat ini. daratan atau pulau yang ada saat ini dulunya adalah lautan. karena perubahan-perubahan iklim dan pergerakan kerak bumi, terdapat lautan-lautan yang menyusut sehingga munculah pulau-pulau yang indah seperti saat ini. dan yang saya yakini bukit kapur ciampea itu dulunya adalah pulau karang dan di sekelilingnya digenangi oleh air, jadi seperti lautan pada umumnya.

Bukit kapur ciampea atau ciampea karst akan terlihat ketika kita melewati daerah ciampea (ya iya lah :)..). Maksud saya, jika temen2 mau lihat bukit ini, ngga perlu susah nyarinya karena ketika kita naik angkot atau kendaraan dari arah bogor maka sejak radius 2 kilometer, bukit ini akan terlihat tinggi menjulang. Tentu dengan hawa panas yang menyelimutinya. Kira-kira kalo dari kampus IPB dramaga naik angkot 5 menit, bukit ini udah keliatan. Dari tebing-tebing yang bisa kita lihat dapat dengan jelas kita kenali bukit ini memang bener2 bukit kapur. tapi bukit ini tidak seperti bukit2 kapur di padalarang. perbedaannya terletak pada jenis batuan yang terdapat di keduanya. walaupun sama2 penghasil kapur, bukit kapur ciampea berumur lebih muda dibanding bukit di padalarang. hal ini dikuatkan dengan data bahwa bukit kapur ciampea tidak mengandung batuan marmer sebanyak bukit padalarang. batuan marmer adalah turunan batuan kapur yang telah melewati tekanan dan temperatur yang dahsyat. kemudian kalo kita amati, bukit kapur ciampea itu banyak sekali pohon-pohon dan tanaman2 hijaunya. sementara bukit padalarang ngga bakalan kita temukan kecuali bukit2 kecil di sekelilingnya. hal ini menunjukkan bukit ciampea tidak seluruhnya batuan kapur yang keras tetapi juga mengandung tanah yang subur dan bisa ditanami tumbuh-tumbuhan.

rumah saya tepat berada di kaki bukit ini. setiap pulang sekolah semasa sma sy hampir selalu menyaksikan dan mengamati langsung bukit ini. saya senang melewati pabrik kapur yang setiap harinya menghasilkan kapur kasar dengan tanurnya yang cukup tinggi. di sampingnya ada juga perusahaan penambang kapur yang dulu waktu saya smp sering sekali meledakkan tempat2 tertentu di bukit kapur tersebut. tentunya mereka sedang menambang kapur tersebut. Panas sekali kalo lewat tempat2 itu. tapi terus terang saya senang melihat kedua perusahaan ini. mereka bisa memanfaatkan kekayaan alam yang ada dan juga memberdayakan penduduk daerah kampung saya. mungkin hal-hal inilah yang menguatkan saya untuk masuk teknik kimia. Dan sekarang saya tau apa2 saja kekurangan 2 pabrik ini dari sudut pandang engineering. tapi ngga akan saya bahas sekarang. satu hal yang tidak bisa saya lupakan adalah banyaknya ladang dan sawah di kaki bukit ini. ketika saya pulang sekolah dan melewati ladang2 ini, ada suasana yang membuat hati ini rindu. saya sangat bersyukur punya rumah di tempat seperti ini yang suasana kedamaian khas alamnya tidak bisa ditemukan di kota. Meskipun jauh (25 km dari pusat kota) tidak membuat diri ini patah arang (^_^).

Hingga suatu saat, “babaturan” saya satu pesantren, mengajak saya dan kakak “berpetualang”. Katanya sih mumpung liburan,kan jarang2 tuh kita bisa jalan2 bareng, saya sih senyum2 aja diajakin. tapi karena si mas yudhi (my brother) mau saya jadi mau deh. OK berangkat! sudah kita rencanakan kita ambil jalur yang aman dan turunnya kita ambil jalan ke daerah cibungbulang dan memutar ke arah bubulak. bismillah, kita bertujuh (kalo ngga salah). Kita mulai jalan lewat ladang2 yang saya ceritakan di awal, dan melihat langit yang cerah hari itu. alhamdulillah kemarennya ngga hujan, jadi jalan setapak yang kami lalui ngga becek dan licin. dua hal yang saya takuti yaitu ular dan monyet. orang-orang sekitar sering mewanti-wanti adanya ular di bukit ini, dan satu lagi adalah monyet gunung. Kata petani setempat, sang monyet suka turun bukit makanin tanaman ladang mereka kalo di bukit lagi ngga ada makanan. tapi saya kan cowok harus berani sama beginian ditambah lagi si babaturan ini udah kebal sama beginian. Mereka sudah menyatu dengan alam sana atau dengan kata lain sudah biasa sama begituan (^_^).

perjalanan baru dimulai, dan saya cukup kaget karena jalan setapaknya tidak seperti ke gunung beneran. jalannya terputus-putus dan banyak celah-celah yang membahayakan kita. ditambah lagi, ada saatnya kita sedikit naik tebing di tengah perjalanan. Maklum bukit ini adalah bukit kapur yang tanahnya keras persis seperti batuan karang. di sekitar kami ada tanaman-tanaman perdu yang berduri. Kalo ngga salah saya pun terkena duri-duri tersebut, jadi kaki n tangan ada beberapa yang lecet. kamipun mulai merasakan ada suara2 yang tidak asing di telinga kami. Persis, ini suara monyet gunung itu. Tapi saya belum lihat sosoknya. Kemudian salah seorang teman menunjukkan saya sang monyet tersebut. “itu nggit, liat di atas pohon!” Waah bener, monyetna gede pisan. Baru saya liat monyet gunung langsung. saya bilang “wah, hati2 ini bisa-bisa mereka nyerang kita, jumlahnya banyak banget soalnya”. Teman yang lain menenangkan saya, dia bilang “tenang nggit, monyet itu ngga bakal nyerang kalo kitanya ngga ganggu n berisik”. OK, perjalanan pun dilanjutkan, hari sudah mulai terik.

Hampir 1 jam kita jalan dan akhirnya kita sampai di tempat peristirahatan. tempat ini merupakan pos penjagaan sarang walet. seperti yang kita ketahui, hampir di setiap bukit kapur akan ada sarang2 walet. dan ini adalah ladang emas bagi para pengusaha dan orang-orang bermodal. sarang walet dikenal memiliki khasiat bagi kesehatan sehingga banyak diperjualbelikan. harganya pun cukup mahal, jadi pantas jika bisnis ini banyak diminati berbagai kalangan. Sejak saya tinggal di kampung saya ini, saya sudah banyak mengetahui masalah ini termasuk gua-gua walet di bukit kapur ini. Namun, baru saat itulah saya melihat langsung gua-gua walet itu. Ada yang dibiarkan terbuka, tapi kebanyakan di pasang terali besi di pintu gua tersebut. Dan tempat peristirahatan kami ini adalah salah satu pos terbesar gua walet. tanahnya datar dan cukup luas. di tempat ini ada saung yang bisa ditempati sekitar 10 orang dengan beratapkan daun-daun kelapa. di sampingnya ada pohon besar yang tampak hitam. sepertinya halilintar telah menyambarnya dan meninggalkan bekas yang familiar. Beberapa orang sudah pernah tewas karena tersambar petir di tempat seperti ini. Kamipun membuka bekal masing-masing, saya sama kakak bawa air botol saja, uih segar sekali ketika meneguknya. sementara teman2 yang lain ada yang membawa makanan, dan tidak usah dipaksa kami dengan spontan melahapnya. “coba nggit liat ke arah sini” salah seorang teman mengajak saya ke arahnya. “subhanallah, indah pisan…” Pemandangannya mulai terlihat cantik. walaupum ketinggiannya dalam skala kurang lebih 100 meter, namun pemandangannya sangat mengesankan. “mana nih rumah kita?” oh itu tuh…kecil banget ya?”, kamipun bercanda tawa sambil mengagungi kekuasaan dan kebesaran Yang Maha menciptakan. Ternyata diri ini kecil sekali. bagaikan setitik debu di padang pasir, kita ini sangat sangat kecil. Pertanyaannya pantaskah saya sombong? Subhanallah, inilah yang saya maksud dengan tafakur alam. Kita dapat mengingat Allah SWT dengan mengamati ciptaan Nya. It’s a real activity yang membuat kita kagum kepada Nya dan semakin dekat dengan Nya. Subhanallah..kami tak henti-hentinya berzikir.

Perjalanan pun kita teruskan, karena jika terlalu lama di sini kita akan terlambat shalat dzuhur. Akhirnya kami pun meneruskan perjalanan ke puncak bukit. Dengan ditemani teriakan monyet-monyet gunung yang salah satu bagiannya berwarna merah (saya lupa, bagian depan atau belakang) kita pun terus bersemangat mencapai puncak. Alhamdulillah tidak ada diantara kami yang cedera, jadi perjalanan tidak ada hambatan yang berarti. 1 jam kemudian kita pun sampai di puncak. jalan setapak dekat puncak sangat berbahaya. Meleng sedikit, kaki kita akan terperosok celah-celah bukit yang tak tau ujungnya. Hati-hati, kami harus sangat berhati-hati. dan inilah puncaknya, “wow, belum terbayang sebelumnya bisa sampai di puncak”. ternyata kami tidak sendirian, ada beberapa pecinta alam yang sudah berkemah sejak kemarin malam, sepertinya mereka mahasiswa. kami menikmati suasana puncak bukit. anginnya yang kencang meniup rambut kami dan menyusup ke dalam kulit-kulit kami yang kepanasan. Sejuk walaupun matahari sangat terik. Tidak banyak pohon-pohon di puncak bukit, hanya ada tanaman perdu yang menghiasi batuan-batuan karang. suasana dan pemandangannya membuat kami betah berlama-lama di sini. makanan dan minuman pun kami habiskan. Subhanallah rasanya kami bisa melihat radius 10 km dari bukit ini. kampus IPB dramaga pun bisa kita terka dari tempat ini.

Pukul 11.00 lebih saatnya kita pulang. Kita mau shalat dzuhur di bawah. Akhirnya kita pun berangkat pulang. harapannya karena jalanannya menurun, waktu tempuhnya akan lebih pendek dibandingkan saat naik. Tapi ternyata di tengah perjalanan kami tidak menemukan jalan setapak yang ideal. Wallahu alam apa jalannya ngga dirawat atau jarang digunakan, membuat jejak-jejak jalannya agak kabur. Kami memang memilih jalan yang tidak biasa semata-mata ingin mencari suasana yang berbeda. tapi ternyata tidak seperti bayangan di awal. Terpaksalah kita menerobos semak belukar dan tanaman perdu. Wuidih..tanamannya berduri dan bikin gatel ternyata. Si kakak yang memang sensitif sama gatel-gatel terlihat merah kulitnya dan bentol-bentol. hehe..tapi ngga papa, tetep asyik dan lebih asyik malah. kami menuruni bukit dengan cepat sambil berteriak menghilangkan ketakutan. “Wooo….awas duri..” saya bahagia bisa mengenang dan mengingatnya. Finally kita jalan terus, dan langsung pulang ke rumah dan pesantren. tadinya sih mau berenang di air terjun, tapi karena ngga nemu dan udah dzuhur akhirnya kita pilih pulang… hmmm..amazing experience

Kategori:Kisah Pribadi

Tafakur yuk..(I)

hmm..udah lama ngga ngeblog. maklum lagi sibuk nge-RP alias rancang pabrik. jadi pas ngenet agak males nulis di blog, mungkin krn sy melankolis, jadi kalo ngeblog pengennya yang bagus2 aja tulisannya. tulisan berbobot. tapi syukur alhamdulillah sekarang udah mau nulis lagi..

tadi pagi secara tak sengaja denger ceramah di radio MQ. ada ustad sholahudin dan Aa Gym tentunya. Beliau berdua memberikan materi yang mirip2 yaitu mengenai tafakur. materinya menyentuh sekali (syukron ustadz) membuat hati dan pikiran bertambah jernih. (amin)..

berbicara tentang tafakur, ayat2 di dalam al quran banyak sekali yang menyebutkan tentang aktivitas ini. salah satu yang saya hafal adalah surat al imron ayat 190-191. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”

kemudian pada ayat-ayat yang lain Allah SWT banyak berfirman dengan bentuk pertanyaan “apakah kamu tidak berpikir?” seperti di surat al baqarah 44 dan al imron 65. dalil2 inilah yang seharusnya membuat kita melakukan proses tafakur.

saya punya pengalaman terkait tafakur khususnya yang berkaitan dgn ulul albab (di surat al imron : 190-191). sejak sma saya seneng kalo ada acara ke alam, rihlah (acara dkm/rohis), turun desa, kemah (bareng temen2 juga), pas orientasi siswa baru, dsb. Ada pengalaman yang masih melekat di setiap momen tersebut. Alam memberikan saya banyak inspirasi, semangat dan juga membantu saya untuk tafakur. makanya cocok banget kalo ada acara yang namanya tafakur alam, seseorang mudah diajak bertafakur ketika melihat kebesaran kekuasaan Sang Maha pencipta, Allah SWT..

Kategori:Islam, Kisah Pribadi
%d blogger menyukai ini: