Arsip

Archive for the ‘Lingkungan Hidup’ Category

Artikel BUMN : Perum Perhutani Strategi Menjadi Pemain Dunia (PDGT-Pemalang)

PDGT-Pemalang

PDGT-Pemalang

Salah satu buah karya anak bangsa di bidang industri kimia, Pabrik Derivat Gondorukem dan Terpentin. Alhamdulillah bisa menjadi bagian dari tim yang merencanakan dan membangunnya. Semoga menjadi salah satu pemicu untuk hilirisasi industri di negeri Indonesia ini.

Baca selanjutnya…

Wow, Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTB) mulai tumbuh di Indonesia…

Biomassa yang selama ini dianggap sebagai sampah ternyata sudah mulai komersial digunakan sebagai bahan baku pembangkit listrik. Barangkali kita sudah banyak mendengar beberapa pilot plant pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTB) yang sudah dikembangkan oleh Pemerintah, Universitas ataupun Pihak swasta (silakan lihat artikel ini). Teknologi yang digunakan pada pilot plant tersebut adalah gasifikasi biomassa fixed bed downdraft dengan kapasitas 2 ton/hari biomassa dan dapat menghasilkan listrik 100-120 kW. Baca selanjutnya…

Industri Bioetanol (Fuel Grade) Jalan di Tempat

Untuk memacu penggunaan bioetanol itu, pemerintah seharusnya segera mengambil langkah mengalihkan subsidi BBM ke subsidi bioetanol atau bahan bakar nabati. Dengan cara ini, akan memicu produksi dan penggunaan dalam negeri.

Pertumbuhan industri bahan bakar nabati di Indonesia saat ini nyaris jalan di tempat. Padahal pemerintah telah memberikan dorongan perkembangan industri bahan bakar nabati ini melalui Permen ESDM No 32/2008 tentang Mandatory Bahan Bakar Nabati.

Esensi peraturan Menteri ESDM adalah kewajiban bagi campuran bahan bakar nabati dengan persentase tertentu bagi sektor transportasi mulai 2009.

Dalam peraturan tersebut disebutkan untuk sektor transportasi maka premium harus dicampur dengan 3% bioetanol, sedangkan solar untuk industri harus dicampur dengan biodiesel 2,5%, dan transportasi solar harus dicampur dengan biodiesel 1%. Baca selanjutnya…

Rancang Bangun Plant Gasifikasi Biomassa

Ingin sekedar sharing, kebetulan saya banyak berkutat dengan gasifikasi biomassa saat ini, dan Alhamdulillah sudah punya pengalaman rancang-bangun unit gasifikasi untuk listrik Desa di Indragiri Hulu dan Pelalawan, Riau. Bisa dilihat videonya di link berikut

Hari ini saya buka email dan ada pertanyaan dari seorang teman. Berikut saya share disini. Baca selanjutnya…

Pembangkit Listrik Gasifikasi Biomassa

Januari 14, 2011 32 komentar

Mungkin nama pembangkit listrik yang satu ini masih asing di telinga kita karena memang terbilang baru di Indonesia. Sumber energi terbarukan yang saat ini banyak dikembangkan di negeri kita hanya di seputar tenaga mikrohidro, tenaga angin dan tenaga surya. Sumber energi yang berupa biomassa, belum banyak dikembangkan, padahal potensinya sangatlah besar. Salah satu potensi biomassa yang sangat besar dan belum banyak dimanfaatkan adalah pelepah sawit.

Riau merupakan salah satu provinsi yang kaya akan limbah biomassa sawit tersebut. Luas lahan kebun sawit Riau pada tahun 2009 tercatat sekitar 1,6 juta ha. Dengan kepemilikan seperti terlihat pada tabel 1. Dari luas lahan tersebut 70% sudah memasuki usia panen (diatas lima tahun). Saat ini produksi CPO dari propinsi Riau tercatat 5,2 juta ton atau sekitar 25% produksi CPO nasional.

Tabel 1 : Luas lahan Perkebunan Sawit Riau berdasarkan kepemilikan lahan

No Perkebunan Luah Lahan (Ha)
1 Perkebunan milik negara/pemda 110.000
2 Perkebunan Besar Nasional 960.000
3 Masyarakat umum 506.000
TOTAL 1.576.000

Dari kebun kelapa sawit juga dihasilkan sejumlah komponen biomassa seperti tempurung, serabut, tandan kosong kelapa sawit, pelepah dll.  Untuk tiap ha kebun, produksi biomassa dapat dilihat pada tabel 2. Baca selanjutnya…

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Award 2010 (Selamat untuk PT Pasadena Engineering Indonesia)

Desember 23, 2010 2 komentar

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) kembali menganugerahkan “PII Award” kepada  beberapa individu dan Institusi. Tahun ini PII Award dianugerahkan kepada 7 Institusi dan 13 perorangan yang dinilai berprestasi di bidang teknologi dan kerekayasaan di Indonesia.  Hal ini merupakan penghargaan tertinggi dari Persatuan Insinyur Indonesia yang diberikan sejak tahun 1990 kepada putra-putri bangsa yng berprestasi.

Acara penganugerahan yang dihadiri para insan pegiat ilmu mewakili seluruh nusantara,  di gelar di Auditorium Gedung BPPT, Jakarta, Rabu 22 Desember 2010 dengan  puncak acara yang ditengarai dengan Pidato PII bertajuk “Membangun Kembali kemampuan Engineering Nasional” oleh  Mantan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie.

Penghargaan PII Award 2010 diberikan kepada individu dan industri berprestasi dalam bidang teknologi dan rekayasa. Penghargaan diberikan dalam lima kategori (Life Time Achievement, Engineering, Sustainable Engineering, Coorporate Technology Achievement dan Adhiwarta Rekayasa). Untuk kategori Lifetime achievement diberikan kepada Wiratman  Wangsadinata dan GM Tampubolon.

Untuk kategori Engineering (Adhidharma Profesi) diraih oleh  Sriani Sujiprihati, Bambang Wydiyatmoko, L.T.Handoko, kemudian untuk kategori Engineering (Adhicipta Rekayasa Individu) diberikan pada  Ratno Nuryadi, Dasep Ahmadi, Andreas W Yunardi, Johanes Adi P, Samudra Prasetio; selanjutnya kategori  Engineering (Adhicipta Rekayasa Perusahaan) kepada Pusat Teknologi Industri Proses BPPT, PT.Krakatau Steel, PT.Industri Kereta Api; kategori Engineering Adhikara Rekayasa Individu, diberikan kepada Wiratman Wangsadinata, Terip Karo Karo; untuk  kategori  Engineering Adhikara Rekayasa Perusahaan diraih oleh  PT.Wijaya Karya dan kategori   Engineering Adhicipta Pratama oleh Ahmad Agus Setiawan, Johnny Setiawan. Baca selanjutnya…

Instalasi Kilang Minyak Balongan Meledak: Sebuah Catatan Penting Mengenai Safety untuk Pertamina

Oktober 28, 2008 2 komentar


Hari Selasa (28/10) sore akan menjadi sebuah catatan penting dalam sejarah safety industri kimia Indonesia. Pada waktu tersebut terjadi sebuah accident di kilang minyak balongan yang menyebabkan 6 orang luka. Seperti yang dilaporkan kompas, Reaktor Atmosphery Residu Hydro de Metalizer di Kilang Balongan milik PT Pertamina Unit Pengolahan VI meledak. Akibatnya, enam pegawai jadi korban, juga ada orang yang mengalami syok. Tiga korban mengalami luka bakar, sembilan shock dan menderita gangguan pendengaran karena ledakan yang keras.

Ledakan ini terjadi saat pembersihan instalasi pipa di area 120 Reaktor tersebut. Sebagaimana dikutip dari majalah Tempo yang berhasil menghimpun informasi dari sejumlah pekerja PT Trijaya yang merupakan rekanan Pertamina sedang membersihkan instalasi pipa di area 120 ARHDM (Atsmospheric Residue Hydrodemetallization) kilang, Selasa (28/10) sore. Pembersihan dilakukan karena saat itu kilang tengah turn around atau dalam masa pemeliharaan dan masa penggantian katalis.

Saat itu pekerja tengah melakukan pengecekan baut dan mur di salah satu bagian instalasi. Karena sudah merasa aman, mereka pun membongkar dan memasang kembali mur dan baut itu satu persatu. Tanpa diduga salah satu pipa meledak saat mereka tengah membuka salah satu katup. Akibat semburan gas yang tinggi muncul suara ledakan disertai api.

Pertamina mengklarifikasi untuk masalah ini, “Itu bukan ledakan, tetapi insinden akibat akumulasi gas,” demikian Vice President Komunikasi Korporat PT Pertamina, Anang Rizkani Noor mengkonfirmasi laporan itu kepada Kompas.Com.


Sekilas Mengenai Kilang Minyak Balongan

Kilang minyak balongan merupakan salah satu unit pengolahan (UP) minyak bumi milik pertamina. kilang ini diresmikan Presiden Soeharto pada 24 Mei 1995. Keistimewaan kilang ini dibanding kilang minyak lainnya antara lain karena Balongan memproduksi BBM berwawasan lingkungan “Langit Biru”, yakni Super TT sebanyak 580 barrel per hari dan Premix 94 sebanyak 10.000 barrel per hari.

Balongan yang terletak di tepi Pantai Laut Jawa Desa Sukareja, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, ini menelan biaya sekitar 2,6 miliar dolar AS dari pinjaman luar negeri melalui konsorsium penyandang dana Java Petroleum Investment Co. Ltd (JPIC) yang pengembaliannya dibayar dengan produk-produk Balongan. Saat ini Kilang UP IV Balongan menyuplai 125 ribu barrel/hari kebutuhan BBM indonesia atau sekitar 8 persen dari BBM produksi Pertamina.

Kecelakaan yang harus dibayar mahal

accident atau kecelakaan yang terjadi baru-baru ini merupakan rapor buruk bagi Pertamina sebagai salah satu industri kimia di indonesia. sejumlah masyarakat dan stake holder lainnya akan memandang negatif pertamina sebagai industri yang tidak aman. kecelakaan seperti ini seharusnya bisa diantisipasi dengan berbagai metode safety. dengan perkembangan teknologi safety saat ini pertamina diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan para stake holder.

Suatu accident tidak boleh dianggap sepele meskipun tidak menyebabkan munculnya korban jiwa. sekecil apapun accident pada industri proses/kimia harus menjadi perhatian penting bagi industri tersebut ke depannya. karena bisa saja kejadian tersebut akan terulang kembali dengan kasus yang serupa.

Pertamina tentu harus berbangga dengan prestasi yang diperoleh UP III Plaju yakni meraih Zero Accident Award. dan tentunya prestasi ini harus dipertahankan dan ditingkatkan untuk unit-unit pengolahan lainnya seperti unit pengolahan IV Balongan ini.

%d blogger menyukai ini: