Arsip

Archive for the ‘Pangan’ Category

Artikel BUMN : Perum Perhutani Strategi Menjadi Pemain Dunia (PDGT-Pemalang)

PDGT-Pemalang

PDGT-Pemalang

Salah satu buah karya anak bangsa di bidang industri kimia, Pabrik Derivat Gondorukem dan Terpentin. Alhamdulillah bisa menjadi bagian dari tim yang merencanakan dan membangunnya. Semoga menjadi salah satu pemicu untuk hilirisasi industri di negeri Indonesia ini.

Baca selanjutnya…

Iklan

Pohon Industri Jagung

berikut pohon industri jagung yang saya buat
silakan dikoreksi

Kategori:Buah Pikir, Pangan

Pohon Industri Padi

Berikut Pohon Industri Padi yang saya buat

Silakan dikoreksi..

Kategori:Buah Pikir, Pangan

Jalan-jalan ke Pabrik Gula Madukismo


Hari Jumat, 1 Februari 2008 pukul 09.00 – 11.00 saya bareng temen2 Teknik Kimia 2005 berkunjung ke Pabrik madukismo.
Pabrik ini berada ditangani oleh perusahaan PT. Madu Baru. Selain memproduksi gula, pabrik ini juga memporoduksi alcohol dan spiritus dari limbah tetes tebu.
Tebu sebagai bahan baku produksi gula dipanen hanya pada bulan kemarau dimana konsentrasi gula di dalam tebu lebih besar. Oleh karena itu pabrik gula hanya beroperasi pada bulan kemarau. Pada saat tidak beroperasi, pabrik dimaintenance untuk mengentisapasi segala kerusakan yang mungkin terjadi. Begitu memasuki masa operasi, pabrik gula akan beropersi terus menerus secara kontinu tanpa istirahat.
Proses produksi gula:
Proses produksi gula dari tebu dimulai dari pemanenan tebu. Tebu yang telah ditebang hanya diambil batangnya, diangkut dengan menggunakan lori atau kereta kargo menuju pabrik tempat proses berlangsung. Di pabrik, tebu tersebut ditimbang dan dibersihkan dan kemudian akan langsung diproses tanpa disimpan terlebih dahulu.
Langkah selanjutnya dari proses pembuatan gula adalah pemerasan tebu. Tebu yang telah dibersihkan akan dihancurkan sehingga menjadi semacam bubur yang terdiri dari cairan gula tebu dan serat tebu. Cairan tebu akan dipisahkan dari seratnya dengan cara menyiram bubur tersebut dengan air dan memeras larutan bubur. Proses ini dilakukan beberapa kali dan menghasilkan cairan gula tebu yang akan mengalami proses selajutnya. Selain itu proses ini juga menghasilkan serat tebu yang disebut bagas. Bagas ini digunakan pabrik gula tersebut sebagai bahan bakar boiler pemanas cairan gula tebu.
Cairan gula tebu yang diperoleh dari proses pemerasan dipanaskan dan kemudian akan mengalami proses evaporasi hingga larutan menjadi lebih kental. Lartutan gula kental tersebut kemudian didinfginkan sehingga terbentuk kristal-kristal gula. Kristal gula tersebut kemudian dipisahkan dari cairan dengan cara disentrifuga. Kristal gula yang diperoleh diangkut ke tempat pengemasan dan kemudian disimpan di gudang untuk selanjutnya dijual.
Cairan gula yang melewati proses sentrifuga biasanya masih mengandung gula. Larutan ini akan dikembalikan ke proses untuk memisahkan gula yang terkandung di dalamnya hingga dihasilkan produk akhir berupa cairan gula yang kandungan gulanya tidak dapat dipisahkan lagi secara ekonomis. Cairan gula ini disebut molase.
Di pabrik gula madukismo, molase yang dihasilkan digunakan sebagai bahan baku pembuatan alkohol secara fermentasi dengan menggunakan bakteri Saccharomices. Sebelum memasuki bioreaktor, molase tersebut ditambahkan pupuk urea dan NPK terlebih dahulu. Etanol yang diperoleh dipekatkan dengan cara distilasi sehingga diperoleh etanol dengan kemurnian sekitar 90%. Alkohol yang diperoleh kemudian akan diproses sehingga menjadi spiritus. Limbah akhir dari proses fermentasi ini akan dimanfaatkan untuk membuat pupuk organik untuk memupuki ladang tebu.

Naik Lori Gula

salah satu pengalaman yang menarik dari jalan-jalan kali ini, kami mencoba naik lori yang biasa digunakan untuk mengangkut tebu.

nah kalo musim produksi lori akan tampak seperti ini

Pabrik ini dibuat atas inisatif sultan hamengkubuwono pada tahun 1955. Saya bangga dan salut, karena pabrik ini bukan didirikan oleh Belanda seperti kebanyakan pabrik gula di indonesia, melainkan dibangun oleh Kesultanan Jogja walaupun dengan teknologi Belanda. Namun sangat disayangkan kondisinya saat ini. Umumnya teknologi yang digunakan belum berubah sejak dulu. Akibatnya perolehan gula, kapasitas produksi yang dihasilkan masih minim. Mungkin salah satu faktor kegagalan indonesia memenuhi kebutuhan akan gula adalah karena optimalisasi industri gula yang buruk. Disinilah peran semua pihak dibutuhkan. Tidak hanya insinyur kimia saja, peran pemerintah dan investor sangat diharapkan untuk memajukan industri gula indonesia agar menjadi salah satu eksportir gula terbesar di dunia seperti sediakala.

Kategori:Kisah Pribadi, Pangan

Selayang pandang tentang molase (tetes tebu)

Molase adalah sejenis sirup yang merupakan sisa dari proses pengkristalan gula pasir. Molase tidak dapat dikristalkan karena mengandung glukosa dan fruktosa yang sulit untuk dikristalkan.

Proses treatment molase sebelum difermentasi
Molase seperti yang telah dijelaskan di awal, yakni merupakan sisa proses pengkristalan gula pasir. Sumber molase itu sendiri didapatkan dari 2 macam. Pertama dari tebu dan kedua dari bit. Dari kedua sumber tersebut akan didapatkan molase yang berbeda sifat dan pengolahannya.
Pada umumnya molase diolah lebih lanjut menjadi etanol. Caranya melalui proses fermentasi. Namun sebelum proses fermentasi tersebut dilaksanakan diperlukan treatment terhadap molase tersebut. Berikut uraian singkatnya

1. Molase dari Tebu

Gambar 1. Tebu
Molase dari tebu dapat dibedakan menjadi 3 jenis. Molase kelas 1 , kelas 2 dan black strap. Molase kelas 1 didapatkan saat pertama kali jus tebu dikristalisasi. Saat dikristalisasi terdapat sisa jus yang tidak mengristal dan berwarna bening. Maka sisa jus ini langsung diambil sebagai molase kelas 1.
Kemudian molase kelas 2 atau biasa disebut dengan ”Dark” diperoleh saat proses kristalisasi kedua. Warnanya agak kecoklatan sehingga sering disebut juga dengan istilah ”Dark”. Dan molase kelas terakhir, Black Strap diperoleh dari kristalisasi terakhir. Warna black strap ini memang mendekati hitam (coklat tua) sehingga tidak salah jika diberi nama ”Black Strap” sesuai dengan warnanya.

Gambar 2. molase
Black strap ternyata memiliki kandungan zat yang berguna. Zat-zat tersebut antara lain kalsium, magnesium, potasium, dan besi. Black strap memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi, karena terdiri dari glukosa dan fruktosa. Berbagai vitamin terkandung pula di dalamnya. Berikut tabel komposisi dari black strap.
Tabel 1. Kandungan Nutrisi Blackstrap Molasses


Sumber : http://www.whfoods.com/genpage.php?tname=nutrientprofile&dbid=85

Black strap digunakan untuk suplemen kesehatan, makanan ternak, dan berbagai industri lainnya.
Sebelum dilakukan proses fermentasi untuk pembuatan etanol, molase tebu harus diberikan treatment agar proses fermentasi berlangsung dengan baik. Hal yang harus dilakukan adalah mensulfurisasi molase tersebut. Tujuannya agar molase menjadi bening. Kemudian campurkan air, ragi dan molase secara bersamaan lalu diaduk dalam sebuah tangki.

2. Molase dari Bit


Gambar 3. bit
Molase dari bit berbeda dengan molase dari tebu. Yang disebut sebagai molase bit adalah sisa proses kristalisasi gula. Jadi tidak ada pengklasifikasian molase. Molase bit 50 % dari berat kering merupakan gula. Sebagian besar merupakan sukrosa dan juga mengandung glukosa dan fruktosa.
Molase bit mengandung biotin (vitamin B7) dalam jumlah terbatas. Vitamin ini berguna untuk pertumbuhan. Molase ini juga mengandung garam-garaman yaitu kalsium, potasium, oksalat dan klorida. Hal yang menarik adalah molase ini sering digunakan sebagai aditif untuk makanan hewan.

Sumber : dari berbagai sumber

Kategori:Buah Pikir, Pangan
%d blogger menyukai ini: